Aku yang terdiam bersandar di diding kamar,
menatap luas nya langit milik sang pencipta,
mencoba bertanya pada sang pencipta,
adakah mahluk Mu yang paling sempurna???
ataukah hanya ada mahluk Mu yang berhati mulia,
karena dalam kehidupan ku,
aku menyebut seseorang paling sempurna di dunia ku, kehidupan ku,
menganggap nya paling sempurna dalam hati dan kehidupan ku,
dia yang membuat apa yang tidak mungkin bagi ku menjadi mungkin,
meskipun tak semudah membalik kan telapak tangan ku,
dia yang menjadikan semua nya menjadi nyata,
menjadikan semua nya lebih berisi,
menelaah diri nya bagaikan menyebut sesuatu yang tiada tara nya,
dapat membuat nya tersenyum dan bahagia adalah kesempurnaan,
membuat nya jadi yang terakhir dalm hati dan hidup ku,
sampai saat nya Engkau mulai membatasi mata indra ku,
sentuhan ku, ucapan ku, kecupan ku,
tapi di saat itu semua terjadi hanya satu yang tidak pernah terbatas untuk nya,
yaitu cinta dan kasih sayang ku pada nya,
kan hidup selama nya walau nanti nya raga ini akan mati,
tapi rasa ini akan hidup selama nya dalam kehidupan mana pun.
Minggu, 10 Juli 2011
Apa Bedanya??
Jika aku membencimu apa bedanya aku dengan mu?
Jika aku tidak dapat mengasihimu apa bedanya aku dengan mu?
Jika aku tidak bahagia dengen keberhasilanmu apa bedanya aku dengan mu?
Jika aku balas semua kata-katamu yang buat aku sedih apa bedanya aku dengan mu?
Jika aku juga menganggap kamu perusak hari-hariku apa bedanya aku dengan mu?
Maaf kita benar-benar beda, apapun yang kau lakukan terhadapku aku tetap mengasihimu karena Tuhan menginginkan aku mengasihimu...
Jika aku tidak dapat mengasihimu apa bedanya aku dengan mu?
Jika aku tidak bahagia dengen keberhasilanmu apa bedanya aku dengan mu?
Jika aku balas semua kata-katamu yang buat aku sedih apa bedanya aku dengan mu?
Jika aku juga menganggap kamu perusak hari-hariku apa bedanya aku dengan mu?
Maaf kita benar-benar beda, apapun yang kau lakukan terhadapku aku tetap mengasihimu karena Tuhan menginginkan aku mengasihimu...
Sabtu, 09 Juli 2011
DEFINISI PEMELIHARAAN (MAINTENANCE DAN JENIS-JENISNYA Reliability
Seperti yang telah diungkapakan di awal bahwa reliability atau kehandalan adalah peluang sebuah komponen, sub-sistem atau sistem melakukan fungsinya dengan baik, seperti yang dipersyaratkan, dalam kurun waktu tertentu dan dalam kondisi operasi tertentu pula.
Reliability mengandung komponen-komponen yang tidak terpisahkan diantaranya:
1. Peluang dan ketidakpastian
2. Melakukan fungsi dengan baik
3. Pada waktu tertentu
4. Kehandalan setiap komponen
Reliability Centered Maintenance (RCM)
Definisi dari RCM adalah suatu proses yang dilakukan untuk menentukan apa saja yang haru dilakukan agar dapat mencegah terjadinya kegagalan dan untuk memastikan bahwa alat atau mesin dapat bekerja optimal saat dibutuhkan.
Tujuan dari RCM adalah :
1. Untuk mengembangkan desain yang sifat mampu dipeliharanya (maintainability) baik.
yang kurang baik.
3. Untuk mengembangkan sistem maintenance yang dapat mengembalikan kepada eliability dan
safety sepert awal mula equiment dari deteriorasi yang terjadi setelah sekian lama
dioperasikan.
4. Untuk mewujudkan semua tujuan di atas dengan biaya minimum.
Pertanyaan pokok RCM
Ada 7 pertanyaan pokok bila kita membahas RCM
1. Apa fungsi dan hal yang bisa dilakukan oleh suatu alat berdasarkan standar perasinya?
2. Bagaimana alat itu dapat gagal melaksanakan fungsinya?
3. Hal apa saja yang menyebabkan kegagalan fungsi?
4. Apa yang akan terjadi jika terjadi kegagalan fungsi?
5. Bagaimana kaitan antar kegagalan fungsi suatu alat mempengaruhi kegagalan alat
lainnya?
6. Apa yang bisa dilakukan untuk memprediksi atau mencegah kegagalan tersebut?
7. Apa yang seharusnya dilakukan jika proses pencegahan dan penanganan dini tidak dapat
ditemukan?
Langkah-langkah penerapan RCM
Langkah-langkah yang perlu diambil pada saat akan melaksanakan RCM :
1. Identifikasi equipment yang penting untuk di-maintain, biasanya digunakan metode
failure; mode; effect; critacality analysis (FMECA) dan fault tree analysis (FTA).
2. Menentukan penyebab terjadinya kegagalan, tujuannya untuk memperoleh probabilitas
kegagalan dan menentukan komponen kritis yang rawan terhadap kegagalan. Untuk
melakukan hal ini maka diperlukan data yang histori yang lengkap.
3. Mengembangkan kegiatan analisis FTA, seperti : menentukan prioritas equipment yang
perlu di maintain.
4. Mengklasifikasikan kebutuhan tingkatan maintenance.
5. Mengimplementasikan keputusan berdasar RCM.
. Melakukan evaluasi, ketika sebuah equipment dioperasikan maka data secara real-life
mulai direcord, tindakan dari RCM perlu direevaluasi setiap saat agar terjadi proses
penyempurnaan.
Komponen RCM
RCM dikatakan sebagai proses maintenance yang paling efektif. Hal ini dikarenakan CM adalah sebuah evolusi dari proses maintenance yang telah dipelajari bertahun-tahun. Oleh karena itu, RCM mengandung komponen-komponen pemeliharaan terbaik yang ilakukan agar proses produksi dapat terus berjalan dan tujuan dari pemeliharaan itu sendiri tercapai secara optimal. Berikut adalah komponen-komponen penunjang RCM
Reactive Maintenance
Disebut juga run to failure atau breakdown maintenance.
Alat hanya diperbaiki jika lata tersebut mengalami kerusakan.
Preventive Maintenance
Maintenance jenis ini sering disebut time based maintenance. Sudah dapat mengurangi frekuensi kegagalan ketika maintenance jenis ini diterapkan, jika dibandingkan dengan reactive maintenance. Maintenance jenis ini dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi komponen. Kegiatannya antara lain terdiri dari pemeriksaan, penggantian komponen, kalibrasi, pelumasan, dan pembersihan. Maintenance jenis ini sangat tidak efektif dan tidak efisien dari segi biaya ketika diterapkan sebagai satu-satunya metode maintenance dalam sebuah plant.
Tes Prediksi dan Inpeksi (Predictive Testing dan Inspection/PTI)
Walaupun banyak metode yang dapat digunakan untuk menentukan jadwal PM, namun tidak ada yang valid sebelum didapatkan age-reliability characteristic dari sebuah komponen. Biasanya informasi ini tidak disediakan oleh produsen atau supplier alat, sehingga kita harus mengira-ngira jadwal perbaikan pada awalnya. PTI dapat digunakan untuk membuat
jadwal dari time based maintenance, karena hasilnya digaransi oleh kondisi equipment yang termonitor. Data PTI yang diambil secara periodik dapat digunakan untuk menentukan
trend kondisi equipment, perbandingan data antar equipment, proses analisis statistik, dsb.
PTI tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya metode maintenance, karena PTI tidak dapat mengatasi semua potensi kegagalan. Namun pengalaman menunjukkan bahwa PTI sangat berguna untuk menentukan kondisi suatu komponen terhadap umurnya.
Monitoring Equipment
Tujuan utama memonitor sebuah equipment adalah mengetahui keadaan dan mendapatkan prediksi perubahan kondisi equipment tersebut dari waktu ke waktu. Pendekatan yang digunakan adalah:
1. Antisipasi kegagalan dari pengalaman yang sebelumnya (failure anticipation from past
experience), seringkali pengalaman kegagalan sebelumnya dapat digunakan untuk
menentukan tren kegagalan.
2. Statistik distribusi kegagalan (failure distribution statistic), distribusi kegagalan
dan probabilitas kegagalan harus diketahui untuk menentukan periode akan terjadinya
kegagalan.
3. Pendekatan konservatif (conservative approach), praktik yang sering dilakukan di
lapangan adalah melakukan monitoring secara rutin (tiap bulan atau tiap minggu) pada
awalnya. Jika ternyata data yang didapatkan tidak mencukupi untuk mengetahui kondisi
equipment maka kita harus memperpendek periode atau interval monitoring.
Proactive Maintenance
Tipe maintenance ini akan menuntun pada : desain, workmanship, instalasi,
prosedur dan scheduling maintenance yang lebih baik. Karakteristik dari proactive aintenance adalah continous improvement dan menggunakan feedback serta komunikasi untuk memastikan bahwa usaha improvement yang dilakukan benar-benar membawa hasil yang positif. Analisa root-cause failure dan predictive analysis diterapkan antara lain untuk mendapatkan maintenance yang efektif, menyusun interval kegiatan maintenance, dan memperoleh life cycle.
Failed Item Analysis
Salah satu kegiatan yang termasun Failed Item Analysis adalah inspeksi visual untuk
setelah komponen yang mengalami kegagalan dilepaskan dari sistemnya. Analisis kasus
secara lebih detail diterapkan untuk mengetahui penyebab terjadinya kegagalan. Contoh sebuah failed item analysis: sebuah bearing mengalami kerusakan, penyebabnya bisa dari mis-alignment, unbalance, grease yang buruk atau sebab lainnya. Pengalaman menunjukkan bahwa penyebab kerusakan bearing 50% disebabkan karena metode pemasangan yang kurang tepat.
Root Cause Failure Analysis(RCFA)
RCFA secara berkonsentrasi secara proaktif mencari penyebab terjadinya kegagalan.
Bedanya dengan Failed Item Analysis adalah RCFA melakukan kegiatan proactive sebelum
dan juga bisa sesudah terjadinya kegagalan, sedangkan Failed Item Analysis mutlak setelah terjadi kegagalan. Tujuan utama dari RCFA adalah mencari penyebab terjadinya ketidakefisienan dan ketidakekonomisan, mengkoreksi penyebab kegagalan (tidak hanya berkonsentrasi pada efeknya saja), membangkitkan semangat untuk melakukan
improvement secara kontinu, dan menyediakan data untuk mencegah terjadinya kegagalan.
Reliability mengandung komponen-komponen yang tidak terpisahkan diantaranya:
1. Peluang dan ketidakpastian
2. Melakukan fungsi dengan baik
3. Pada waktu tertentu
4. Kehandalan setiap komponen
Reliability Centered Maintenance (RCM)
Definisi dari RCM adalah suatu proses yang dilakukan untuk menentukan apa saja yang haru dilakukan agar dapat mencegah terjadinya kegagalan dan untuk memastikan bahwa alat atau mesin dapat bekerja optimal saat dibutuhkan.
Tujuan dari RCM adalah :
1. Untuk mengembangkan desain yang sifat mampu dipeliharanya (maintainability) baik.
yang kurang baik.
3. Untuk mengembangkan sistem maintenance yang dapat mengembalikan kepada eliability dan
safety sepert awal mula equiment dari deteriorasi yang terjadi setelah sekian lama
dioperasikan.
4. Untuk mewujudkan semua tujuan di atas dengan biaya minimum.
Pertanyaan pokok RCM
Ada 7 pertanyaan pokok bila kita membahas RCM
1. Apa fungsi dan hal yang bisa dilakukan oleh suatu alat berdasarkan standar perasinya?
2. Bagaimana alat itu dapat gagal melaksanakan fungsinya?
3. Hal apa saja yang menyebabkan kegagalan fungsi?
4. Apa yang akan terjadi jika terjadi kegagalan fungsi?
5. Bagaimana kaitan antar kegagalan fungsi suatu alat mempengaruhi kegagalan alat
lainnya?
6. Apa yang bisa dilakukan untuk memprediksi atau mencegah kegagalan tersebut?
7. Apa yang seharusnya dilakukan jika proses pencegahan dan penanganan dini tidak dapat
ditemukan?
Langkah-langkah penerapan RCM
Langkah-langkah yang perlu diambil pada saat akan melaksanakan RCM :
1. Identifikasi equipment yang penting untuk di-maintain, biasanya digunakan metode
failure; mode; effect; critacality analysis (FMECA) dan fault tree analysis (FTA).
2. Menentukan penyebab terjadinya kegagalan, tujuannya untuk memperoleh probabilitas
kegagalan dan menentukan komponen kritis yang rawan terhadap kegagalan. Untuk
melakukan hal ini maka diperlukan data yang histori yang lengkap.
3. Mengembangkan kegiatan analisis FTA, seperti : menentukan prioritas equipment yang
perlu di maintain.
4. Mengklasifikasikan kebutuhan tingkatan maintenance.
5. Mengimplementasikan keputusan berdasar RCM.
. Melakukan evaluasi, ketika sebuah equipment dioperasikan maka data secara real-life
mulai direcord, tindakan dari RCM perlu direevaluasi setiap saat agar terjadi proses
penyempurnaan.
Komponen RCM
RCM dikatakan sebagai proses maintenance yang paling efektif. Hal ini dikarenakan CM adalah sebuah evolusi dari proses maintenance yang telah dipelajari bertahun-tahun. Oleh karena itu, RCM mengandung komponen-komponen pemeliharaan terbaik yang ilakukan agar proses produksi dapat terus berjalan dan tujuan dari pemeliharaan itu sendiri tercapai secara optimal. Berikut adalah komponen-komponen penunjang RCM
Reactive Maintenance
Disebut juga run to failure atau breakdown maintenance.
Alat hanya diperbaiki jika lata tersebut mengalami kerusakan.
Preventive Maintenance
Maintenance jenis ini sering disebut time based maintenance. Sudah dapat mengurangi frekuensi kegagalan ketika maintenance jenis ini diterapkan, jika dibandingkan dengan reactive maintenance. Maintenance jenis ini dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi komponen. Kegiatannya antara lain terdiri dari pemeriksaan, penggantian komponen, kalibrasi, pelumasan, dan pembersihan. Maintenance jenis ini sangat tidak efektif dan tidak efisien dari segi biaya ketika diterapkan sebagai satu-satunya metode maintenance dalam sebuah plant.
Tes Prediksi dan Inpeksi (Predictive Testing dan Inspection/PTI)
Walaupun banyak metode yang dapat digunakan untuk menentukan jadwal PM, namun tidak ada yang valid sebelum didapatkan age-reliability characteristic dari sebuah komponen. Biasanya informasi ini tidak disediakan oleh produsen atau supplier alat, sehingga kita harus mengira-ngira jadwal perbaikan pada awalnya. PTI dapat digunakan untuk membuat
jadwal dari time based maintenance, karena hasilnya digaransi oleh kondisi equipment yang termonitor. Data PTI yang diambil secara periodik dapat digunakan untuk menentukan
trend kondisi equipment, perbandingan data antar equipment, proses analisis statistik, dsb.
PTI tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya metode maintenance, karena PTI tidak dapat mengatasi semua potensi kegagalan. Namun pengalaman menunjukkan bahwa PTI sangat berguna untuk menentukan kondisi suatu komponen terhadap umurnya.
Monitoring Equipment
Tujuan utama memonitor sebuah equipment adalah mengetahui keadaan dan mendapatkan prediksi perubahan kondisi equipment tersebut dari waktu ke waktu. Pendekatan yang digunakan adalah:
1. Antisipasi kegagalan dari pengalaman yang sebelumnya (failure anticipation from past
experience), seringkali pengalaman kegagalan sebelumnya dapat digunakan untuk
menentukan tren kegagalan.
2. Statistik distribusi kegagalan (failure distribution statistic), distribusi kegagalan
dan probabilitas kegagalan harus diketahui untuk menentukan periode akan terjadinya
kegagalan.
3. Pendekatan konservatif (conservative approach), praktik yang sering dilakukan di
lapangan adalah melakukan monitoring secara rutin (tiap bulan atau tiap minggu) pada
awalnya. Jika ternyata data yang didapatkan tidak mencukupi untuk mengetahui kondisi
equipment maka kita harus memperpendek periode atau interval monitoring.
Proactive Maintenance
Tipe maintenance ini akan menuntun pada : desain, workmanship, instalasi,
prosedur dan scheduling maintenance yang lebih baik. Karakteristik dari proactive aintenance adalah continous improvement dan menggunakan feedback serta komunikasi untuk memastikan bahwa usaha improvement yang dilakukan benar-benar membawa hasil yang positif. Analisa root-cause failure dan predictive analysis diterapkan antara lain untuk mendapatkan maintenance yang efektif, menyusun interval kegiatan maintenance, dan memperoleh life cycle.
Failed Item Analysis
Salah satu kegiatan yang termasun Failed Item Analysis adalah inspeksi visual untuk
setelah komponen yang mengalami kegagalan dilepaskan dari sistemnya. Analisis kasus
secara lebih detail diterapkan untuk mengetahui penyebab terjadinya kegagalan. Contoh sebuah failed item analysis: sebuah bearing mengalami kerusakan, penyebabnya bisa dari mis-alignment, unbalance, grease yang buruk atau sebab lainnya. Pengalaman menunjukkan bahwa penyebab kerusakan bearing 50% disebabkan karena metode pemasangan yang kurang tepat.
Root Cause Failure Analysis(RCFA)
RCFA secara berkonsentrasi secara proaktif mencari penyebab terjadinya kegagalan.
Bedanya dengan Failed Item Analysis adalah RCFA melakukan kegiatan proactive sebelum
dan juga bisa sesudah terjadinya kegagalan, sedangkan Failed Item Analysis mutlak setelah terjadi kegagalan. Tujuan utama dari RCFA adalah mencari penyebab terjadinya ketidakefisienan dan ketidakekonomisan, mengkoreksi penyebab kegagalan (tidak hanya berkonsentrasi pada efeknya saja), membangkitkan semangat untuk melakukan
improvement secara kontinu, dan menyediakan data untuk mencegah terjadinya kegagalan.
Contoh Proposal TA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Rumah sakit Bhayangkara Dumai merupakan salah satu badan usaha milik pemerintah yang bergerak dalam bidang jasa kesehatan. Instansi ini didirikan khusus untuk golongan tertentu saja atau dengan kata lain memihak terhadap suatu kelompok atau golongan, tetapi juga menerima untuk umum yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkannya. Dengan lahirnya teknologi komputer di negara kita, rumah sakit dituntut memberikan berbagai pelayanan yang cepat baik pelayanan medis maupun dalam pemberian informasi bagi pihak yang membutuhkan, maka tidak heran jika rumah sakit mengalami banyak masalah dalam kegiatan operasionalnya sehari-hari.
Begitu juga dengan Rumah Sakit Bhayangkara Dumai, dimana sistem yang berjalan belum seluruhnya menggunakan sistem komputerisasi, sehingga memperlambat dalam memberikan informasi tentang pasien (Ibu dan Ayah), dokter yang melakukan persalinan, jumlah bayi yang lahir setiap periode, tindakan yang dilakukan bahkan biaya persalinan tersebut. Dengan kata lain masih dicatat pada sebuah buku besar sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan informasi tersebut. Selain hal tersebut, juga terdapat kendala-kendala seperti informasi yang telah disimpan kadang hilang sehingga terjadi pencatatan ulang.
Berdasarkan kendala atau permasalahan yang dihadapi oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara Dumai yang telah diuraikan di atas, maka penulis tertarik untuk membuat sistem yang dapat memecahkan atau membantu menyelesaikan masalah tersebut sehingga dapat mempercepat atau mempermudah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan. Untuk itu, penulis merancang sistem yang berjudul “SISTEM INFORMASI PERRSALINAN PADA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA DUMAI”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian permasalahan pada latar belakang masalah, maka penulis merumuskan permasalahan yang akan dibahas adalah:
a. Bagaimana mengetahui kondisi ibu dan bayi sebelum dan sesudah persalinan?
b. Bagaimana mempercepat pemberian informasi yang dibutuhkan?
c. Bagaimana mengetahui biaya persalinan?
1.3 Batasan Masalah
Sehubungan dengan keterbatasan waktu, kemampuan penulis, luasnya cakupan permasalahan, bahkan untuk menghindari kesimpangsiuran dalam penyusunan Tugas Akhir ini serta menyesuaikan judul dan latar belakang yang dijelaskan di atas, maka penulis perlu membatasi masalah yang mencakup:
1. Sistem dibangun untuk rumah sakit bhayangkara Dumai.
2. Sistem dibangun untuk persalinan pada rumah sakit bhayangkara Dumai.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulis dalam penyusunan tugas akhir ini adalah:
a. Untuk memberikan informasi persalinan.
b. Untuk mengetahui kelemahan yang ada dari sistem yang sedang berjalan khsususnya pada sistem
persalinan.
c. Untuk mengetahui sistem yang berjalan pada Rumah Sakit Bhayangkara Dumai.
1.5 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan Tugas Akhir ini terdiri dari 5 (lima) bab, yang masing-masing dirinci dalam beberapa bab, yaitu:
BAB 1 PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan secara singkat latar belakang masalah yang membahas mengenai gambaran permasalahan, rumusan masalah yang membahas mengenai identifikasi permasalahan, batasan masalah yang membahas mengenai ruang lingkup permasalahan, tujuan dan manfaat studi yang penulis lakukan dan peroleh dari penyusunan Tugas Akhir ini, dan sistematika penulisan yang berisi tahapan yang ada dalam penulisan Tugas Akhir ini.
BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KONSEPTUAL
Pada bab ini membahas mengenai landasan teori dan konseptual dengan menggunakan beberapa teori dan pengertian yang dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan topik dan fokus kajian.
BAB 3 METODE PENELITIAN
Pada bab ini, dijelaskan mengenai data-data yang dikumpulkan dalam penelitian dan cara pengolahan serta analisa data-data tersebut.
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis membahas tentang Diagram Alir Data, Database dan Relasi, Desain Antar Muka (Menu Utama, Menu Input, dan Menu Output), Flowchart, Listing Program, Hasil Tampilan Program, Spesifikasi Program dan Prosedur Penggunaan Program.
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini penulis menguraikan tentang kesimpulan dan saran dalam penulisan Tugas Akhir ini guna pengembangan sistem untuk menjadi lebih baik.
Oleh: Rita Acnes
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Rumah sakit Bhayangkara Dumai merupakan salah satu badan usaha milik pemerintah yang bergerak dalam bidang jasa kesehatan. Instansi ini didirikan khusus untuk golongan tertentu saja atau dengan kata lain memihak terhadap suatu kelompok atau golongan, tetapi juga menerima untuk umum yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkannya. Dengan lahirnya teknologi komputer di negara kita, rumah sakit dituntut memberikan berbagai pelayanan yang cepat baik pelayanan medis maupun dalam pemberian informasi bagi pihak yang membutuhkan, maka tidak heran jika rumah sakit mengalami banyak masalah dalam kegiatan operasionalnya sehari-hari.
Begitu juga dengan Rumah Sakit Bhayangkara Dumai, dimana sistem yang berjalan belum seluruhnya menggunakan sistem komputerisasi, sehingga memperlambat dalam memberikan informasi tentang pasien (Ibu dan Ayah), dokter yang melakukan persalinan, jumlah bayi yang lahir setiap periode, tindakan yang dilakukan bahkan biaya persalinan tersebut. Dengan kata lain masih dicatat pada sebuah buku besar sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan informasi tersebut. Selain hal tersebut, juga terdapat kendala-kendala seperti informasi yang telah disimpan kadang hilang sehingga terjadi pencatatan ulang.
Berdasarkan kendala atau permasalahan yang dihadapi oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara Dumai yang telah diuraikan di atas, maka penulis tertarik untuk membuat sistem yang dapat memecahkan atau membantu menyelesaikan masalah tersebut sehingga dapat mempercepat atau mempermudah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan. Untuk itu, penulis merancang sistem yang berjudul “SISTEM INFORMASI PERRSALINAN PADA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA DUMAI”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian permasalahan pada latar belakang masalah, maka penulis merumuskan permasalahan yang akan dibahas adalah:
a. Bagaimana mengetahui kondisi ibu dan bayi sebelum dan sesudah persalinan?
b. Bagaimana mempercepat pemberian informasi yang dibutuhkan?
c. Bagaimana mengetahui biaya persalinan?
1.3 Batasan Masalah
Sehubungan dengan keterbatasan waktu, kemampuan penulis, luasnya cakupan permasalahan, bahkan untuk menghindari kesimpangsiuran dalam penyusunan Tugas Akhir ini serta menyesuaikan judul dan latar belakang yang dijelaskan di atas, maka penulis perlu membatasi masalah yang mencakup:
1. Sistem dibangun untuk rumah sakit bhayangkara Dumai.
2. Sistem dibangun untuk persalinan pada rumah sakit bhayangkara Dumai.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulis dalam penyusunan tugas akhir ini adalah:
a. Untuk memberikan informasi persalinan.
b. Untuk mengetahui kelemahan yang ada dari sistem yang sedang berjalan khsususnya pada sistem
persalinan.
c. Untuk mengetahui sistem yang berjalan pada Rumah Sakit Bhayangkara Dumai.
1.5 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan Tugas Akhir ini terdiri dari 5 (lima) bab, yang masing-masing dirinci dalam beberapa bab, yaitu:
BAB 1 PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan secara singkat latar belakang masalah yang membahas mengenai gambaran permasalahan, rumusan masalah yang membahas mengenai identifikasi permasalahan, batasan masalah yang membahas mengenai ruang lingkup permasalahan, tujuan dan manfaat studi yang penulis lakukan dan peroleh dari penyusunan Tugas Akhir ini, dan sistematika penulisan yang berisi tahapan yang ada dalam penulisan Tugas Akhir ini.
BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KONSEPTUAL
Pada bab ini membahas mengenai landasan teori dan konseptual dengan menggunakan beberapa teori dan pengertian yang dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan topik dan fokus kajian.
BAB 3 METODE PENELITIAN
Pada bab ini, dijelaskan mengenai data-data yang dikumpulkan dalam penelitian dan cara pengolahan serta analisa data-data tersebut.
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis membahas tentang Diagram Alir Data, Database dan Relasi, Desain Antar Muka (Menu Utama, Menu Input, dan Menu Output), Flowchart, Listing Program, Hasil Tampilan Program, Spesifikasi Program dan Prosedur Penggunaan Program.
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini penulis menguraikan tentang kesimpulan dan saran dalam penulisan Tugas Akhir ini guna pengembangan sistem untuk menjadi lebih baik.
Oleh: Rita Acnes
TAHUKAH ANDA??
Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain,
adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?
Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan
adalah “aku cinta kamu”, “maafkan aku” dan “tolong aku” ?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah,
adalah orang yang lebih yakin kepada dirinya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning,
adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam,
adalah orang yang ingin tidak diperhatikan, butuh bantuan dan pengertian anda?
Tahukah anda kalau anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?
Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?
Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tersebut?
Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan,
keinginan anda tersebut pasti akan dikabulkan?
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain,
adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?
Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan
adalah “aku cinta kamu”, “maafkan aku” dan “tolong aku” ?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah,
adalah orang yang lebih yakin kepada dirinya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning,
adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?
Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam,
adalah orang yang ingin tidak diperhatikan, butuh bantuan dan pengertian anda?
Tahukah anda kalau anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?
Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?
Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tersebut?
Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan,
keinginan anda tersebut pasti akan dikabulkan?
Data Center Server ( Pengertian , Maintenance )
Data center server adalah Pusat pemrosesan data yang didukung dengan perangkat pengolahan data tersebut. Disebut juga dengan pusat komputerisasi. Data center server merupakan server data terpusat dari jaringan di suatu jaringan, baik dalam jaringan lokal antaupun global, jaringan instansi ataupun perusahaan. Data center server dikelola oleh administrator. Pengelolaan data center yang baik mendukung seluruh kinerja dari jaringan, dari pemakaian aplikasi, oleh karena itu aturan dan standar pengukuran merupakan hal yang penting dari administrasi Data Center. Beberapa tahun ini data center server menjadi pembahasan yang ramai, yang sebelumnya data center server bukan merupakan bahasan yang perlu di oprek lebih dalam secara teori, tetapi kebutuhan akan informasi dari pengolahan data center yang baik membuat pakar-pakar jaringan akhirnya memutuskan untuk membahas data center server lebih dalam beserta perancangan data center dalam Infrastruktur TI sendiri. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan, maintenance dan penggunaan data center server adalah sebagai berikut:
1. Server performance metrics
Dalam mengukur kinerja dari server diperlukan standar pengukuran yang diakui oleh masyarakat dan vendor-vendor IT, sehingga dibentuklah sebuah konsorsium yang menentukan hal tersebut. SPEC (Standard Performance Evaluation Corporation) Benchmark merupakan standar ukuran kinerja yang telah diakui oleh masyarakat dunia. Aspek yang berpengaruh pada kinerja sistem adalah utilization, latency, throughput, resource efficiency. Faktor yang mempengaruhi kinerja CPU adalah pemakaian cache pada CPU (L1 Cache, L2 Cache, L3 Cache).
2. Server capacity planning
Server capacity planning terdapat 2 hal penting, yaitu server sizing dan capacity planning. Server sizing adalah bagaimana melakukan estimasi kebutuhan hardware pada server sesuai kebutuhan dari aplikasi dan aktifitas dari pengguna, contohnya adalah untuk memenuhi 3000 end user, kita membutuhkan 2 load-balanced application server (4 CPU 1,3 GHz & 8 GB RAM) dan satu back-end database server (8 CPU & 10 GB RAM). Capacity planning terdiri dari 2 fase yaitu melakukan tes untuk mengukur utilization dan performance, yang kedua adalah perencanaan harus dapat mendukung beban kerja yang berat. Pengecekan memory secara berkala merupakan hal yang penting setelah server capacity planning dilakukan.
3. Best practices in IT
Merupakan hal-hal terbaik yang dilakukan di IT, salah satunya adalah berdasarkan pengalaman dan komunitas IT. Beberapa dari Best practices in IT adalah sebagai berikut:
a. System Deployment (Mempersiapkan sistem dengan baik)
b. Power Source (Estimasi pemakaian listrik)
c. Hardware Maintenance (Maintenance pengkabelan hingga server)
d. Software Deployment (Mempersiapakan software)
e. Cluster (Menggunakan sistem cluster bila diperlukan dengan tujuan menghindari terjadinya
kesalahan secara keseluruhan, penyimpanan tersebar dan mendukung backup yang lebih baik)
f. Data Storage (Menggunakan RAID, cluster storage, multiple control)
g. Network Management Best Practices (Melakukan network analisis yang baik)
h. Documentation Best Practices (Dokumentasi pada berbagai tahap antara lain metodologi,
proposal, hingga diagram).
Keuntungan dari penerapan best practices adalah
• Standarisasi (saat best practice telah menjadi standar, pekerjaan menjadi semakin
mudah)
• Dapat mengurangi downtime
• Konsisten dengan obyek bisnis
• Kualitas
3. Server Security
Keamanan harus diperhatikan, baik keamanan hardware server, software server dan gangguan dari manusia atau alam. Secara umum hal-hal yang perlu diperhatikan pada keamanan server adalah sebagai berikut :
1. Simplicity (menyederhanakan)
2. Fail Safe (kesalah tidak menyebar)
3. Complete Mediation (mediasi dengan pengguna)
4. Open Design
5. Separation of privilege (pembagian hak akses)
6. Update (selalu ada perubahan lebih baik)
7. Hapus pemakaian file dan aplikasi yang tidak digunakan
8. Software keamanan bila diperlukan (anti virus, anti malware, anti spam, dll)
4. Server Administration
Best practices pada system administration adalah sebagai berikut :
1. Memperhatikan permasalahan
2. Log dan dokumentasi yang baik
3. Cek permasalahan dari yang sederhana (berurutan OSI layer)
4. Team work yang baik
5. Otomasi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam otomasi adalah sebagai berikut :
• Mengumpulkan dokumen
• Menentukan target
• Kritik dan saran dari komunitas
• Improve
• Simplify
• Testing
5. Device Naming
Penamaan device yang dijelaskan disini yaitu :
a. NIS (Network Information Service)
Digunakan menyimpan data profil user dan biasa disebut dengan yellow pages. NIS mengijinkan para pengguna dan aplikasi melalui jaringan untuk menenmukan berkas dan aplikasi dimanapun di sebuah jaringan dengan mengakses server NIS terpusat
b. NIS +
Setelah NIS dirasakan memiliki kekurangan pada segi keamanan, SUN mengeluarkan NIS+ yang mendukung pada segi keamanan.
c. DNS (Domain Naming System)
Merupakan distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP / IP. Keuntungan dari pemakaian DNS adalah memudahkan pengguna dalam mengingat IP, penamaan konsisten / tidak berubah, Satu user satu domain. Struktur domain merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi dalam beberapa bagian, yaitu : root level domains, second level domains, host names.
d. LDAP (Lightweight Directory Access Protokol)
Merupakan service direktori yang berjalan pada layer TCP / IP. LDAP adalah sebuah protocol yang mengatur pengaksesan layanan direktori yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan berbagai informasi. Fungsi LDAP adalah memberikan hak akses pada direktori. Direktori dapat berisi berbagai informasi (merupakan suatu database tempat penyimpanan data), contoh : direktori dapat berupa phone book.
6. Load Balancing
Merupakan cara untuk membagi kinerja server yang bertujuan mengurangi beban server. Load balancing dapat berupa software maupun hardware
Menggunakan software memungkinkan pemakaian virtual server dan virtual IP.
Keuntungan
1. Toleransi kesalahan diperhatikan
2. Layanan lebih baik
3. Performance
4. Scalabilitas
5. Fleksibel
6. Hemat
7. Memperhatikan keamanan
7. Fault Tolerance
Terdapat standar dari ukuran toleransi kesalahan diatantaranya adalah MTBF (Mean Time Between Failures), MTTDL (Mean Time to Data Loss), MTTDI (Mean Time to Data Inaccessibility). Faktor yang mempengaruhi adalah :
1. Swap
2. Sistem pendingin
3. Power
4. RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)
8. RAID
Merupakan implementasi toleransi kesalahan pada media penyimpanan / disk dengan tujuan mengurangi redundansi data (Akses ataupun proses). RAID dibagi menjadi lima tipe, yaitu RAID 0 (stripping), RAID
1. (mirroring), RAID
2. (humming), RAID
3. (pengecekan disk tunggal dalam kelompok disk, penggunaan sudah lebih dari 3 disk), RAID
4. (pembacaan dan penulisan secara independen), RAID
5. (sebaran data dan paritas ke semua drive).
Penggunaan RAID pada server sesuai kebutuhan, karena setiap server memiliki spesifikasi yang berbeda. Salah satu contohnya adalah Storage 7000 dari SUN yang memungkinkan pemakaian SATA storage pada server, dan menggunakan SID dalam mengupdate kecepatan akses tanpa merubah pemakaian RAID.
1. Server performance metrics
Dalam mengukur kinerja dari server diperlukan standar pengukuran yang diakui oleh masyarakat dan vendor-vendor IT, sehingga dibentuklah sebuah konsorsium yang menentukan hal tersebut. SPEC (Standard Performance Evaluation Corporation) Benchmark merupakan standar ukuran kinerja yang telah diakui oleh masyarakat dunia. Aspek yang berpengaruh pada kinerja sistem adalah utilization, latency, throughput, resource efficiency. Faktor yang mempengaruhi kinerja CPU adalah pemakaian cache pada CPU (L1 Cache, L2 Cache, L3 Cache).
2. Server capacity planning
Server capacity planning terdapat 2 hal penting, yaitu server sizing dan capacity planning. Server sizing adalah bagaimana melakukan estimasi kebutuhan hardware pada server sesuai kebutuhan dari aplikasi dan aktifitas dari pengguna, contohnya adalah untuk memenuhi 3000 end user, kita membutuhkan 2 load-balanced application server (4 CPU 1,3 GHz & 8 GB RAM) dan satu back-end database server (8 CPU & 10 GB RAM). Capacity planning terdiri dari 2 fase yaitu melakukan tes untuk mengukur utilization dan performance, yang kedua adalah perencanaan harus dapat mendukung beban kerja yang berat. Pengecekan memory secara berkala merupakan hal yang penting setelah server capacity planning dilakukan.
3. Best practices in IT
Merupakan hal-hal terbaik yang dilakukan di IT, salah satunya adalah berdasarkan pengalaman dan komunitas IT. Beberapa dari Best practices in IT adalah sebagai berikut:
a. System Deployment (Mempersiapkan sistem dengan baik)
b. Power Source (Estimasi pemakaian listrik)
c. Hardware Maintenance (Maintenance pengkabelan hingga server)
d. Software Deployment (Mempersiapakan software)
e. Cluster (Menggunakan sistem cluster bila diperlukan dengan tujuan menghindari terjadinya
kesalahan secara keseluruhan, penyimpanan tersebar dan mendukung backup yang lebih baik)
f. Data Storage (Menggunakan RAID, cluster storage, multiple control)
g. Network Management Best Practices (Melakukan network analisis yang baik)
h. Documentation Best Practices (Dokumentasi pada berbagai tahap antara lain metodologi,
proposal, hingga diagram).
Keuntungan dari penerapan best practices adalah
• Standarisasi (saat best practice telah menjadi standar, pekerjaan menjadi semakin
mudah)
• Dapat mengurangi downtime
• Konsisten dengan obyek bisnis
• Kualitas
3. Server Security
Keamanan harus diperhatikan, baik keamanan hardware server, software server dan gangguan dari manusia atau alam. Secara umum hal-hal yang perlu diperhatikan pada keamanan server adalah sebagai berikut :
1. Simplicity (menyederhanakan)
2. Fail Safe (kesalah tidak menyebar)
3. Complete Mediation (mediasi dengan pengguna)
4. Open Design
5. Separation of privilege (pembagian hak akses)
6. Update (selalu ada perubahan lebih baik)
7. Hapus pemakaian file dan aplikasi yang tidak digunakan
8. Software keamanan bila diperlukan (anti virus, anti malware, anti spam, dll)
4. Server Administration
Best practices pada system administration adalah sebagai berikut :
1. Memperhatikan permasalahan
2. Log dan dokumentasi yang baik
3. Cek permasalahan dari yang sederhana (berurutan OSI layer)
4. Team work yang baik
5. Otomasi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam otomasi adalah sebagai berikut :
• Mengumpulkan dokumen
• Menentukan target
• Kritik dan saran dari komunitas
• Improve
• Simplify
• Testing
5. Device Naming
Penamaan device yang dijelaskan disini yaitu :
a. NIS (Network Information Service)
Digunakan menyimpan data profil user dan biasa disebut dengan yellow pages. NIS mengijinkan para pengguna dan aplikasi melalui jaringan untuk menenmukan berkas dan aplikasi dimanapun di sebuah jaringan dengan mengakses server NIS terpusat
b. NIS +
Setelah NIS dirasakan memiliki kekurangan pada segi keamanan, SUN mengeluarkan NIS+ yang mendukung pada segi keamanan.
c. DNS (Domain Naming System)
Merupakan distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang menggunakan TCP / IP. Keuntungan dari pemakaian DNS adalah memudahkan pengguna dalam mengingat IP, penamaan konsisten / tidak berubah, Satu user satu domain. Struktur domain merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi dalam beberapa bagian, yaitu : root level domains, second level domains, host names.
d. LDAP (Lightweight Directory Access Protokol)
Merupakan service direktori yang berjalan pada layer TCP / IP. LDAP adalah sebuah protocol yang mengatur pengaksesan layanan direktori yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan berbagai informasi. Fungsi LDAP adalah memberikan hak akses pada direktori. Direktori dapat berisi berbagai informasi (merupakan suatu database tempat penyimpanan data), contoh : direktori dapat berupa phone book.
6. Load Balancing
Merupakan cara untuk membagi kinerja server yang bertujuan mengurangi beban server. Load balancing dapat berupa software maupun hardware
Menggunakan software memungkinkan pemakaian virtual server dan virtual IP.
Keuntungan
1. Toleransi kesalahan diperhatikan
2. Layanan lebih baik
3. Performance
4. Scalabilitas
5. Fleksibel
6. Hemat
7. Memperhatikan keamanan
7. Fault Tolerance
Terdapat standar dari ukuran toleransi kesalahan diatantaranya adalah MTBF (Mean Time Between Failures), MTTDL (Mean Time to Data Loss), MTTDI (Mean Time to Data Inaccessibility). Faktor yang mempengaruhi adalah :
1. Swap
2. Sistem pendingin
3. Power
4. RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)
8. RAID
Merupakan implementasi toleransi kesalahan pada media penyimpanan / disk dengan tujuan mengurangi redundansi data (Akses ataupun proses). RAID dibagi menjadi lima tipe, yaitu RAID 0 (stripping), RAID
1. (mirroring), RAID
2. (humming), RAID
3. (pengecekan disk tunggal dalam kelompok disk, penggunaan sudah lebih dari 3 disk), RAID
4. (pembacaan dan penulisan secara independen), RAID
5. (sebaran data dan paritas ke semua drive).
Penggunaan RAID pada server sesuai kebutuhan, karena setiap server memiliki spesifikasi yang berbeda. Salah satu contohnya adalah Storage 7000 dari SUN yang memungkinkan pemakaian SATA storage pada server, dan menggunakan SID dalam mengupdate kecepatan akses tanpa merubah pemakaian RAID.
10 Kwalitas pribadi orang Kristen
1. KETULUSAN
(Mazmur 11:7, 97:11, 119:80, Amsal 10:29, 11:3, 14:32)
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang Kristen yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak" (Matius 5:37). Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular (Matius 10:16). Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
2. RENDAH HATI
(Mazmur 22:26, 25:9, 34:2, 37:11, 149:4, Amsal 3:34, 11:2, 15:33, 16:19, 18:12, 22:4)
dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang Kristen yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
3. KESETIAAN
(Mazmur 85:10-11, 145:18, Amsal 16:6, 19:22, Mikha 6:8, Zakharia 7:9, Galatia 5:22, 1 Timotius 6:11, 2 Timotius 2:22)
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang Kristen yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
4. BERSIKAP POSITIF
(1 Petrus 1:3)
Orang Kristen yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.
5. KECERIAAN
(Matius 5:12, Yohanes 15:11, 16:20, 24, Kisah Para Rasul 2:26, 28, Roma 12:12, 15, 14:17, 15:13, 32, 2 Korintus 2:3, Filipi 1:18)
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang Kristen yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
6. BERTANGGUNG JAWAB
(Bilangan 4:16, Ibrani 13:7)
Orang Kristen yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
7. PERCAYA DIRI
(2 Korintus 1:24, Filipi 1:27, Kolose 1:23, 2:7, Ibrani 3:14, Ibrani 4:14)
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang Kristen yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
8. KEBESARAN JIWA
(Yesaya 60:5, Roma 3:25, 1 Korintus 13:4,7, 2 Korintus 1:6, Kolose 3:12)
Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang Kristen yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
9. EASY GOING
(Matius 10:26, 28, 31, Matius 14:27, Markus 5:36, Yohanes 14:1, 27)
Orang Kristen yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya. Karena dia percaya dan memiliki iman yang teguh kepada Yesus Kristus yang sanggup menolongnya mengatasi segala persoalan hidup.
10. EMPATI
(Matius 7:12, 22:39, Lukas 6:31, Roma 13:9, Galatia 5:14, Yakobus 2:8)
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang Kristen yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Tuhan Yesus memberkati kita semua....!
(Mazmur 11:7, 97:11, 119:80, Amsal 10:29, 11:3, 14:32)
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang Kristen yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak" (Matius 5:37). Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular (Matius 10:16). Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
2. RENDAH HATI
(Mazmur 22:26, 25:9, 34:2, 37:11, 149:4, Amsal 3:34, 11:2, 15:33, 16:19, 18:12, 22:4)
dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang Kristen yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
3. KESETIAAN
(Mazmur 85:10-11, 145:18, Amsal 16:6, 19:22, Mikha 6:8, Zakharia 7:9, Galatia 5:22, 1 Timotius 6:11, 2 Timotius 2:22)
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang Kristen yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
4. BERSIKAP POSITIF
(1 Petrus 1:3)
Orang Kristen yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.
5. KECERIAAN
(Matius 5:12, Yohanes 15:11, 16:20, 24, Kisah Para Rasul 2:26, 28, Roma 12:12, 15, 14:17, 15:13, 32, 2 Korintus 2:3, Filipi 1:18)
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang Kristen yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
6. BERTANGGUNG JAWAB
(Bilangan 4:16, Ibrani 13:7)
Orang Kristen yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
7. PERCAYA DIRI
(2 Korintus 1:24, Filipi 1:27, Kolose 1:23, 2:7, Ibrani 3:14, Ibrani 4:14)
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang Kristen yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
8. KEBESARAN JIWA
(Yesaya 60:5, Roma 3:25, 1 Korintus 13:4,7, 2 Korintus 1:6, Kolose 3:12)
Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang Kristen yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
9. EASY GOING
(Matius 10:26, 28, 31, Matius 14:27, Markus 5:36, Yohanes 14:1, 27)
Orang Kristen yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya. Karena dia percaya dan memiliki iman yang teguh kepada Yesus Kristus yang sanggup menolongnya mengatasi segala persoalan hidup.
10. EMPATI
(Matius 7:12, 22:39, Lukas 6:31, Roma 13:9, Galatia 5:14, Yakobus 2:8)
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang Kristen yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Tuhan Yesus memberkati kita semua....!
Langganan:
Postingan (Atom)