Selasa, 05 Juli 2011

Niat baik dan kesempatan

Kebetulan hari itu ada sedikit rejeki lebih membuat ku ingin membagikan sebagian kepada pengemis yang ku jumpai di lampu merah saat pulang kerja nanti. Waktu habis kerja pun tiba seperti biasa aku melakukan perjalanan pulang ke rumah. Saat berhenti di lampu merah yang telah ku rencanakan, muncul seorang bapak tua (pengemis) menghampiri ku. Sambil menyiapkan uang yang akan kuberikan, dari balik kaca jendela mobil cukup jelas ku lihat ternyata fisiknya masih cukup kuat untuk bekerja normal. Kenapa harus mengemis, logikaku mulai bekerja. Aku tidak rela jika memberikan sedekah pada orang yang tidak tepat. Semoga nanti ada orang yang lebih membutuhkan di lampu merah berikutnya, demikian harapanku saat itu.
-
Kemudian lampu menyala hijau, dan aku meneruskan perjalanan. Uang sudah kusiapkan untuk kuberikan di lampu merah berikutnya dan aku yakin mesti ada pengemis di sana. Ketika sampai kurang lebih 50 m ternyata bertepatan dengan lampu hijau sehingga aku terpaksa jalan terus. Namun aku tetap optimis pada lampu merah berikutnya pasti ada kesempatan. Ternyata yang terjadi koq bisa sama. lagi-lagi aku terpaksa jalan terus. Dua kali lampu hijau berturut-turut membuatku tidak sempat memberikan uang yang sudah kusiapkan tadi, dan sampailah aku di rumah. Hari itu, niat ku hanya sebatas niat.

Bagi sebagian orang, peristiwa di atas mungkin tidak begitu penting. Tetapi bagiku, peristiwa ini merupakan sebuah bahan renungan menyadarkanku tentang arti kesempatan. Dalam Perjanjian Baru sering kita jumpai bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit pada saat Beliau bertemu dengan si sakit. Pernahkah Tuhan Yesus menunda? Tidak pernah, bahkan pada hari Sabat pun Tuhan Yesus tetap melakukan mujizat.

Niat yang baik akan tetap menjadi niat bila tidak segera di wujudkan, karena satu detik, satu menit, satu jam kedepan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Mari kita jangan menunda jika ada niat untuk berbuat baik.

Semoga kita diberkat Allah yang maha kuasa † , .. amien.

Bila Anda Tergoda Untuk Mengeluh

Hidup memang sering sulit. Kesulitan datang silih berganti. Kesulitan memang tidak akan pernah berhenti atau habis. Selama kita hidup di dunia ini, kita akan selalu berhadapan dengan kesulitan. Robert Schuller pernah mengatakan: “Tough Times Never Last, but Tough People Do!”, masa sulit tidak akan bertahan, orang yang gigih akan melampauinya.
Kesulitan, seberapa sering hal itu terjadi, memiliki masa yang terbatas, ada masa dimana kesulitan itu akan berakhir. Tak pernah ada kesulitan yang berlaku selama-lamanya, kecuali kita membiarkan kesulitan itu merasuki diri kita. Hal yang paling penting ketika kita ditimpa suatu kesulitan atau musibah, bukan pada kesulitan atau musibah itu sendiri, tetapi apakah kita membiarkan dampaknya mengendap dalam hidup kita seterusnya, ataukah kita bangkit dan menjalani hidup kita kembali.
Kesulitan sering sudah lama berlalu, tetapi orang sering kali membiarkan dampaknya berlangsung terus sepanjang hidupnya. Memori buruk terus kita pupuk sehingga bagaikan hantu yang terus membayangi hidup kita selanjutnya.
Bila fokus kita hanya tertuju pada kesulitan kita saja, maka kita akan merasa sebagai orang yang paling celaka di dunia ini. Jangan membiarkan kesulitan berpengaruh buruk sehingga membuat hidup anda selanjutnya menderita. Kesulitan mungkin dapat membuat anda terpukul jatuh, tetapi anda dapat bangun kembali dan maju terus. Jangan membiarkan kesulitan mengalahkan anda. Jangan mengeluh terhadap kesulitan, karena bila anda mengeluh anda memberikan puji-pujian kepada kesulitan. Bila anda mengeluh, anda mengangkat kesulitan menjadi raja atau penguasa atas diri anda. Kesulitan tidak berharga untuk diberi pujian melalui keluhan anda.
Bila anda berada dalam kesulitan, musibah atau kemalangan, dan anda tergoda untuk menyerah, saya menyarankan anda memberikan kesempatan untuk Yesus masuk kedalam hidup anda. Yesus telah mengalahkan semua kesulitan manusia. Ia telah mengalahkan itu melalui penebusan di kayu salib, dan ketika Ia bangkit kembali, Ia bangkit dengan kemenangan. Kesulitan membuat Yesus mati, namun Ia bangkit kembali. Hal yang sama dapat kita tiru ketika kesulitan memukul kita jatuh, kita dapat bangkit kembali dan berjalan menuju kemenangan kita. Jangan memberikan kesempatan kepada kesulitan atau musibah merampas hadiah kemenangan yang menunggu kita. Anda tidak pernah tahu sudah seberapa dekat anda pada garis kemenangan itu, oleh karena itu jangan membiarkan kejatuhan anda merampas kemenangan itu. Terus melangkah meskipun kesulitan memperlambat langkah anda, tetapi terus melangkah. Jangan pernah berhenti sampai anda mencapai garis finish.
Anda tidak sendirian merasa kesulitan. Bukan anda seorang saja yang ditimpa oleh kesulitan. Namun perbedaan antara mereka yang sukses dengan mereka yang gagal adalah bahwa mereka yang gagal menyerah terhadap kesulitan, sedangkan mereka yang sukses terus melangkah ke depan.
Kalau kita mencermati perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Tanah Kanaan, tanah perjanjian, mereka ditimpa dengan banyak kesulitan. Kesulitan mereka bermacam-macam, seperti makanan, air, atau waktu perjalanan yang lama. Kesulitan itu menggoda mereka, merongrong semangat mereka, sehingga sebagian dari mereka mulai mengeluh dan kemudian menghujat Tuhan yang menuntun perjalanan mereka. Akibatnya banyak dari mereka tak pernah mencapai garis finish perjalanan mereka (Tanah Kanaan), mereka terkapar mati di padang gurun, mereka menyerah dan gagal mencapai kemenangan, gagal menikmati kehormatan yang disediakan bagi mereka.
Kalau anda saat ini berada dalam kesulitan dan tegroda untuk mengeluh, percayalah bahwa Tuhan telah mengalahkan kesulitan kita. Ia berjanji untuk menyertai kita sepanjang perjalanan hidup kita. Ia tak pernah membiarkan kita dicobai oleh kesulitan yang melampaui kemampuan kita. Tak ada kesulitan yang dapat mengalahkan kita, kecuali kita membiarkannya mengalahkan kita. Semuanya ditentukan oleh keputusan kita dan bukan oleh kesulitan itu. Bila kita membiarkan kesulitan mengalahkan kita, maka ia akan mendominasi hidup kita, dan kita akan terus berada dalam kegagalan sepanjang hidup kita. Yesus telah mengalahkan kesulitan hidup kita, dan tak suatupun yang dapat mengalahkan kita bila kita terus bersama Yesus. Selama Yesus ada dalam hidup kita, selama kita terus berjalan bersama Yesus, maka kita boleh ditimpa oleh kesulitan apa saja, tetapi kita akan bangun kembali dan terus berjalan mencapai kemenangan. Amin

Tips

 "Loans that Change Lives." 
Make a Difference and Lend Today!

Tips untuk melupakan cinta pertama ( belum di coba sih, baru hipotesis ) :
1. Kebanyakan orang males nyoba sesuatu yang baru kalau udah pw ama suatu kondisi.
   Begitu juga dengan pacaran, kalau udah pw ama satu pasangan,
   rasanya males untuk pindah ke lain hati, biarpun udah putus !
   ( kalau udah bosen terus kita putusin berarti udah gak pw )...
2. Maka dari itu,
   coba cari pacar baru.
   Pacar yang mulai dari sifat, kelakuan, dan lainnya
   beda banget ama pacar yang lama.
   Pacaran ama yang lebih tua juga boleh.
   Kalau masih gak ada perkembangan,
   coba pacaran ama janda.
3.Kalau masih juga gagal, coba gaya baru.
   Bukan gaya macem2.
   Kalau dulu kita pacaran nonton and jalan ke mall,
   coba sekarang seringin hadir di pengajian, arisan,
   kegiatan sosial, atau kriminal jika perlu.
4.Coba tantangan baru.
   Datangin keluarganya, kenalan ama bapaknya,
   atau ajak kencan keluarga ceweklu sekalian.
5.Kalau masih gagal juga,
   ulangi langkah 1-4 dengan pacaran sesama jenis
   ( tidak disarankan ).......


                   Selamat bereksperiman Tips-Tips Cinta di atas,
Good Luck for you!

Senin, 04 Juli 2011

"Loans that Change Lives." Make a Difference and Lend Today!

LOVE

Cinta adalah anugerah dari Tuhan yang Maha Esa
yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Cinta antara laki-laki dan perempuan telah ada
sejak manusia pertama turun ke dunia hingga sekarang.
Cinta merupakan bumbu penyedap hidup yang sementara ini
yang dapat memberikan kebahagiaan yang sejati.
Cinta memang dapat membawa suka
dan juga dapat membawa duka bagi orang-orang yang merasakannya.
Berbagai problema cinta tercipta dari yang ringan hingga yang berat
seperti naksir,
cinta pada pandangan pertama,
cinta bertepuk sebelah tangan,
cinta segi tiga,
cinta monyet,
cinta harta,
cinta palsu,
cinta laura, dan cinta-cinta lainnya,
yang membuat dunia ini begitu menarik.
Menurut saya cinta itu adalah sesuatu yang sakral
yang sebaiknya tidak bermain-main dengannya.

Bermain cinta memang menyenangkan bagi sebagian orang.
Akan tetapi dampak buruk atau efek yang dapat ditimbulkan
bagi orang yang cintanya dimainkan akan sangat tidak menyenangkan.
Untuk itulah maka hargai cinta
dan hormati cinta agar kita maupun orang lain
di sekitar kita tidak terluka karena cinta.
Berikut ini adalah tips cara dari organisasi.
org bagaimana caranya agar kita bisa menikmati cinta
tanpa harus melukai orang lain.

1. Jangan jadi playboy/playgirl dan hindari playboy/playgirl
2. Jika tidak suka atau biasa saja jangan pacari orang itu, pdkt dulu
3. Katakan cinta jika kita yakin dia adalah pasangan hidup kita
4. Cinta dan nafsu birahi adalah dua hal yang berbeda (no free sex)
5. Carilah orang yang baik, setia, jujur dan cinta kepada kita
6. Jangan pacaran/menikah sebelum dewasa (21 tahun ke atas)
7. Kejarlah cinta sampai ke negeri Cina, berjuanglah demi cinta
8. Berbagilah cinta dengan orang-orang di sekitar kita
9. Cinta tidak harus memiliki. Lupakan dan coba lagi bila gagal
10. Bina cinta yang ada hingga nafas terakhir selamanya
11. Jangan pernah sakiti orang yang kita cintai dengan alasan apapun
12. Cinta sejati tidak dapat dibeli dengan uang tapi pengorbanan
13. Tuhan telah memberikan anda jodoh, temukanlah cinta anda
14. Cinta harus direstui agama, hukum, keluarga & masyarakat

Jangan pernah menyakiti hati orang lain baik bagi
laki-laki maupun perempuan karena mereka memiliki akal pikiran,
perasaan dan insting sehingga mereka akan patah hati
dan terluka jika kita mengecewakannya.
Orang yang rapuh dapat mati bunuh diri karena cinta.
Orang yang dendam dapat melakukan tindakan kriminal
atau perbuatan tidak menyenangkan kepada anda karena cinta.
Oleh karena itu berhati-hatilah dengan cinta.
Semoga hidup anda menjadi indah dengan cinta.

Let's Pray...

Tuhan jadikan kami alat-alat pendamai-Mu



Biarlah kaminmengasihi dimana ada kebencian

Memaafkan dimana ada dendam

Pemersatu dimana ada perpecahan

Menimbulkan pengharapan dimana ada keputusasaan

Memberi iman dimana ada kebimbangan

Pembawa terang dimana ada kegelapan

Memberi kegembiraan dimana ada kesedihan

Biarlah kami jangan mencari penghiburan
melainkan untuk menghibur

Tidak untuk dipahami melainkan untuk memahami

Tidak hanya untuk dicintai melainkan untuk mencintai



Sungguh Engkau yang terbaik didalam hidupku

Ku tak pernah membayangkan semua ini

Saat kusendiri dan tersesat jalanku

Engkau hadir dan menunun langkahku di jalan-Mu

Ku yakin bahwa Engkau slalu ada dipihakku

Dan ku tau tangan-Mu tak pernah melepaskanku

Sungguh Engkau yang setia sidalam hidupku

hati yang lemah Engkau beri kekuatan baru

pada-Mu semua kupercayakan semua rencanaku

ku tau Engkau bekerja untuk kebaikan ku

ku yakin bahwa Engkau selalu ada dipihakku

dan ku tau tangan-Mu tak pernah melepaskanku

selalu bersama=Mu

yesus teman hidupku

ku yakin Engkaulah satu-satunya harapanku

dan ku tau hidupku hanya tuk menyenangkann-Mu



Bapa aku menyerah kepada-Mu selengkapnya sekarang

Aku memasrahkan segala sesuatu kepada-Mu

Tubuhku, jiwaku, dan rohku

Keluargaku, pekerjaanku, keuanganku, kelemahanku,

kekuatanku, masa laluku, masa kini ku dan masa depanku,

seluruh pribadiku untuk selama-lamanya

bentuklah aku  sesuai dengan rencana-Mu.



::Amin::

brother n sister

Aku dilahirkan disebuah dusun pegunungan yang terpencil.
Hari demi hari,
orangtuaku membajak tanah kering dan punggung mereka
menghadap kelangit.
Aku mempunyai seorang adik 3 tahun lebih muda dari aku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah saputangan yang mana semua gadis
di sekelilingku kelihatan membawanya
Aku mencuri 50 sen dari laci ayah ku, ayah segera menyadarinya.
Beliau membuat adik ku dan aku berlutut didepan tembok
dengan sebuah tongkat bambu di tangannya,
“Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya.
Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara.
Ayah tak mendengar siapa pun mengaku. Jadi, beliau mengatakan,
“baiklah kalau begitu, kalian berdua layak dipukul”
Dia mengangkat tongkat bambu tinggi-tinggi,
tiba-tiba adikku mencengkeram tanggannya dan berkata
“Ayah, aku yang melakukannya!”
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertu-tubi.
Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencabukinya
sampai beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya beliau duduk diatas ranjang batu bata dan memarahi kami,
“Kamu sudah belajar dari rumah sekarang, hal memalukan.
Apa lagi yang akan kamu lakukan dimasa mendatang?”
“Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tau malu!”
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami.
Tubuhnya penuh dengan luka, tapi dia tidak menitikan air mata setetes pun.
Dipertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.
Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata,
“kak, jangan menagis lagi. Sekarang semuanya sudah terjadi”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian
untuk maju mengaku.
Bertahun-tahun telah lewat, tetapi insident itu tersebut masih kelihatan
seperti baru kemarin. Aku tidak akan lupa tampang adikku
ketika ia melindungiku.
Waktu itu, adikku berusia 8-tahun dan aku berusia 11-tahun.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP ia lulus untuk masuk
ke SMA di pusat kabupaten.
Pada saat yang sama, aku diterima untuk masuk ke sebuah Universitas Provinsi.
Malam itu, ayah berjongkok di halaman menghisap rokok tembakaunya bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut
“Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik, hasil yang begitu baik….”
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafasnya.
“Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”
Saat itu juga adikku berjalan keluar kehadapan ayah dan berkata,
“Ayah saya tidak mau sekolah lagi, aku telah cukup membaca banyak buku!”
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya
“Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat?” lemahnya!
“bahkan jika berarti ayah mesti mengemis dijalanan,
saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!”
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah didusun itu untuk meminjam uang.
Aku mengulurkan tangganku dengan selembut yang aku bias kemuka adikku
yang membengkak dan berkata,
 “seorang anak laki-laki harus menerusakan sekolahnya,
kalau tidak, ia tidak akan pernah bias meninggalkan kemiskinan ini.”
Aku sebaliknya telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.
Siapa sangka, Keesokan harinya,
sebelum subuh datang adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh
dan sedikit kacang yang sudah mongering.
Dia menyelinap keswamping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas
diatas bantalku.
“Kak masuk ke universitas tidaklah mudah,
saya akan pergi mencari kerja dan mengirimi mu uang.”
Aku memegangi kertas tersebut diatas tempat tidurku,
dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.
Tahun itu adikku berusia 17-tahun dan aku 20-tahun.
Dengan uang yang ayah pinjam dari seluruh dusun,
dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi,
aku akhirnya sampai ke tahun ke-3 di Universitas.
Suatu hari, aku sedang belajar dikamarku,
ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan,
ada seorang penduduk dusun mencariku.
Aku berlari keluar, dan melihat adikku dari jauh,
seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan apsir.
Aku menanyakannya,
“Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?”
Dia manjawab tersenyum,
"Lihat bagaimana penampilanku?
Apa yang mereka pikir jika mereka tahu aku adalah adikmu?
Apa mereka tidak akan menertawakanmu?”
Aku merasa terenyuh,
dan air mataku memenuhi mataku hingga menetes membasahi pipiku.
Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya dan tersekat-sekat dalam kata-kata,
“aku tidak peduli omongan siapa pun!
Kamu adalah adikku apa pun juga!
 Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu!”
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Ia memakaikannya padaku, dan terus menjelaskan,
“Saya melihat gadis kota memakainya,
jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu”
Aku tidak dapan menahan diri lebih lama lagi,
aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis.

Tahun itu dia berusia 20-tahun dan aku berusia 23-tahun.
Kali pertama aku membawa pacarku kerumah.
Kaca jendela yang pecah telah diganti dan kelihatan bersih dimana-mana.
Setelah pacarku pulang ,
aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.
“Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu
untuk membersihkan rumah kita!”
Tetapi katanya sambil tersenyum,
“Itu adalah adikmu yang pulang lebih awal untuk membersihkan rumah ini,
tidak kah kamu melihat luka pada tangannya?
Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu,,,”
Aku masuk kedalam ruangan kecil adikku.
Aku mengoleskan sedikit saleb kepada lukanya dan membalut lukanya.
“Apakah itu sakit?” aku menanyakannya.
“Tidak, tidak sakit!
Kamu tahu ketika aku bekerja di konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku.
Setiap waktu,
bahkan itu tidak menghentikanku untuk bekerja dan__________”
Ditengah kalimat itu dia berhenti,
aku membalikkan tubuhku dan memunggunginya,
air mataku mengalir deras turun kewajahku.
Tahun itu,
adikku berusia 23-tahun dan aku 26-tahun.

Ketika aku menikah, aku tinggal dikota.
Banyak sekali suamiku
dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami,
tetapi mereka tidak pernah mau.
Mereka mengatakan,
sekali meninggalkan dusun mereka tidak tahu harus mengerjakan apa.
Adikku tidak setuju juga, mengatakan
“Kak, jagalah mertuamu aja,
saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”


Suamiku menjadi direktur pabriknya,
kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manager
pada departemen pemeliharaan, tetapi adikku menolak tawaran tersebut.
Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.
Suatu hari,
adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel,
ketika itu ia mendapat sengatan listik dan masuk rumah sakit.
Suamiku dan aku pergi menjenguknya.
Melihat Gips putih pada kakinya, saya menggerutu
“Mengapa kamu menolak menjadi manager?
Manager tidak akan pernah melakukan suatu yang berbahaya seperti ini,
lihat kamu sekarangp,
luka yang begitu serius,
mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya…..?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya ia membela keputusannya.
“Pikirkan kakak ipar,
ia baru saja jadi direktur, dan saya hamper tidak berpendidikan,
jika saya menjadi manager.
Seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku
yang sepatah-patah

“Tapi, kamu kurang berpendidikan juga karena aku”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” adikku menggenggam tanganku.
Tahun itu, ia berusia 26-tahun dan aku 29-tahun.

Adikku kemudian berusia 30-tahun
ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu.
Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya
“Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi….?”
Tanpa berpikir ia menjawab “kakak ku!”
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali
sebuah kisah yang bahkan tidak dapat ku ingat.
“ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda.
 Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama 2 jam untuk pergi bersekolah
dan pulang kerumah.
Suatu hari saya kehilangan satu dari sarung tanganku.
Kakakku memberi satu dari kepunyaannya.
Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.
Ketika kami tiba dirumah,
tanggannya begitu gemetaran kerena cuaca yang begitu dingin
sampai ia tidak dapat memegang sendoknya.
Sejak dari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup,
saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya”
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu,
semua tamu mengalihkan perhatikan kepadaku
kata-kata begitu susah ku ucapkan keluar dari mulutku.
“Dalam hidupku, orang yang paling aku berterimakasih adalah adikku”
Dan dalam kesempatan yang berbahagia ini ,
didepan kerumunan perayaan ini,
air mataku bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.


Bisakah kita memiliki jiwa besar seperti si adik yang dalam cerita…..???
Tapi bagaimanapun,
yang namanya saudara patut kita jaga dan kita hormati.
Apakah itu seorang adik atau seorang kakak.
Karena apa arti hidup kalau tidak bisa membahagiakan saudara
dan keluarga kita………………….